Kampus Karya Anak Bangsa (Kampus Kansa)  dengan kepeduliannya yang tinggi mengadakan acara “Aksi Amal Support For Lombok”. Aksi ini merupakan bagian dari “Kansa Peduli” Lombok. “Kansa Peduli” Lombok fokus kepada bantuan untuk saudara-saudara yang ada di Lombok dengan cara “Traumatic Healing”.  Dengan di ketuai oleh salah satu Dosen Kansa yaitu Dede Jamaludin, S.Pd.I dan dibawah bimbingan langsung oleh Rektor Kansa yaitu Bang Haji Riki Syolihin, S.Fil.I, Msi, MCHC, CHt.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kansa Peduli berkeinginan melakukan penggalangan dana. Dan sumbangan bantuan yang didapatkan nanti akan diserahkan digunakan untuk meringankan beban korban. Gempa kuat yang mengguncang Lombok Nusa Tenggara Barat) dan Bali pada Minggu (29/07) menyebabkan setidaknya 16 orang meninggal dunia, lebih dari 160 lainnya luka-luka.

 Hingga Senin (30/07) malam waktu setempat, lebih dari 5.000 warga masih berada di tempat-tempat penampungan sementara. Lima di antara korban meninggal dunia dilaporkan adalah anak-anak. Gempa berkekuatan 6,4 SR tersebut juga menyebabkan lebih dari 1.000 rumah rusak. Setelah gempa pada Minggu pagi, ternyata gempa tidak hanya terjadi sekali dua kali. Gempa susulan masih terjadi.

Mengingat banyak di antara sahabat yang akan memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban. Maka kami segenap keluarga besar KANSA tergerak untuk menampung dan menyalurkan bantuan yang terfokus pada traumatic healing. Dari banyaknya organisasi memberikan bantuan pasca bencana alam, yang terlihat mungkin banyak berupa bantuan fisik, seperti bantuan makanan, penampungan, baju dan bantuan-bantuan lain yang terbilang penting. Tetapi selain itu, para korban sebetulnya juga membutuhkan bantuan kesehatan mental karena trauma yang timbul dari bencana alam berskala besar.

Trauma healing sangatlah penting, melihat banyak dari korban bencana alam mengalami trauma dan ketakutan yang berlebih ketika mendengar suara-suara yang menyerupai gaung, getaran, atau semacamnya. Trauma healing sendiri diutamakan pada anak-anak dan lansia, yang biasanya mengalami trauma paling kuat, baik stres maupun depresi. (Artikel by Lumiati, Ilustrasi by Didit)

Pin It on Pinterest

Share This